Friday, February 9, 2018

01-Sang Pemuja Rahasia Terhebat Di Dunia

Sang Pemuja Rahasia Terhebat Di Dunia

Kisah ini aku mulai ketika aku menemukan buku harian atau diaryku yang telah berumur lebih dari 26 tahun. Semua kisah masih tertulis jelas dengan tinta hitam membawa semua pikiranku melayang jauh menembus ke 26 tahun lalu.

Tak pernah terpikirakan olehku bahwa buku harian ini adalah saksi dari awal semua perjalanan hidupku..dan menjadi sebuah kisi kisi dari seluruh perjalanan hidupku pada 26 tahun yang akan datang, ya semua adalah rahasia dari tuhan yang maha kuasa.



Namaku Dio, terlahir dengan raga yang terbilang biasa biasa saja, dan aku lebih banyak menjadi sesorang pemuja rahasia wanita disekeliling aku. Entah apa sebabnya aku lebih suka memandang, mengidolakan dan memuja keindahan seorang wanita dari sudut yang mereka tidak pernah tahu keberadaan aku, dan mereka tidak pernah tahu bahwa ada sesorang pria yang sangat memuja keindahannya.

Januari 1991

Kisah ini dimulai pada tahun 1991, saat itu merupakan masa masa dimana menurut banyak orang adalah masa masa terindah. Ya masa SMA yang konon akan memberikan sejuta kenangan, dan masa transisi dimana seorang pelajar pria mulai mengenakan celana panjang yang menjadi simbol kedewasaan.

Mungkin bagi banyak orang masa SMA merupakan masa bahagia, tapi saat ini aku merasa biasa saja, bahkan aku masih ingin berada di SMP bersama teman teman lamaku. Suasana masuk sekolah awal SMA ini bagi aku biasa saja tidak ada yang istimewa.

Dan satu sisi yang kalian harus tahu, aku adalah orang yang cukup sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan cenderung akan mengenang masa masa lalu. Ya sudahlah ini memang alam baru yang harus kumasuki dengan perasaan yang biasa biasa saja. Untunglah masih ada beberapa orang temanku yang sekelas di kelas 1 SMA ini sehingga cukup untuk memberikan kepercayaan diri aku saat itu.

6 bulan awal SMA ini tidak ada yang spesial, seperti kataku diatas aku adalah pemuja rahasia terhebat , tidak akan yang pernah tahu bila aku sedang menyukai sesorang wanita. AKu bahkan cenderung terlihat tidak peduli dan berbanding terbalik dengan perasaan ku jauh dilubuk hati.

Dikelasku ada 2 orang wanita yang cukup populer dan menjadi kembang sekolah, ya 2 wanita inilah yang sering menjadi perbicangan kelas kelas lainnya. Hmm menurut aku sih tidak ada yang spesial, memang cantik tapi menurutku biasa saja..mungkin juga karena perasaan ketidak percaya dirian aku yang membuat mereka terlihat biasa biasa saja.

Salah satu dari 2 wanita tersebut bernama Vania, yang dilahirkan dengan paras khas gadis bandung dengan rambut hitam panjang dan dengan dagu yang khas gadis bandung. Sekilas penampilan vania akan membuat para pria menoleh kebelakang jika berpapasan dengannya. 

Vania salah satu murid terpandai di kelasku, dengan kepandaiannya memberikan Nilai Plus Plus dan mampu menarik para pria untuk berlomba menjadi kekasihnya.Vania memang superstar di sekolah ku menjadi perbincangan banyak laki laki. Tapi bukan spesial bagiku mungkin karena aku berfikir "Ah mana mungkin aku bisa mendapatkan dia yang sangat eksklusif, lebih baik aku hanya mengaggumi saja dari kejauhan" dalam hatiku berkata seperti itu.

Jika kalian tahu serial Televisi di tahun 1990 an "Wonder Years" ada gadis yang bernama winnie , ini menurut versiku lho, seperti itulah sosok vania, yang mampu menyihir para laki laki untuk mendekatinya.Dan aku tetap menjadi seorang pemuja rahasia terhebat untuk vania, dan sudah pasti dia tidak akan pernah tahu keberadaan aku yang selalu memperhatikan dirinya walaupun mulutku berkata "ah biasa saja" untuk menutupi semua rasa ketidak percaya diri yang aku miliki.





Friday, February 2, 2018

02-Kebun Raya Bogor Januari 1992

Kebun Raya Bogor Januari 1992
  

"anak anak kelompok sudah saya bagi silahkan persiapkan segala sesuatunya dan pastikan kalian mencatat seluruh pohon dengan nama latin di kebun raya nanti " semua siswa tampak serius memperhatikan arahan dari pak siregar sang guru biologi.  

Saat itu seluruh kelas 1 akan berangkat study tour ke kebun raya bogor, masing masing kelompok beranggotakan 4 orang. Aku sendiri satu kelompok dengan Vania, Yossi dan teman sebangku ku Muladi.

Sedikit aku ceritakan Muladi, sosok pria dengan kepercayaan diri tingkat dewa. Konon muladi selalu optimis bila ada wanita yang didekatinya sudah pasti akan mau dengannya. Menurut prinsip muladi setiap wanita pasti akan suka jika didekati pria, itulah prinsip teguh muladi dalam mendekati seorang wanita walaupun hingga kini mungkin sudah 4 wanita yang menolak cintanya, akan tetapi muladi masih tetap PD dengan teori dan prinsipnya.

Vera merupakan target terbesar dari muladi, konon menurut muladi vera merupakan wanita yang pernah hadir di mimpinya yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya. Muladi mendapat ilham ini konon sejak 3 tahun lalu. Perjuangan muladi mendekati vera cukup konsisten dia selalu membututi vera setiap pulang sekolah walapun 3 langkah dibelakangnya dan vera tidak pernah sedikitpun menoleh kebelakang, namun muladi berpendapat bahwa vera sebenarnya sudah 60% suka kepadanya hanya saja tuhan belum membukakan pintu hatinya.

"Dio,Muladi,Yossi nanti malam kita belanja buat keperluan besok ke bogor yah" Ujar vania mencoba untuk mengkoordinir acara besok.

"okay, sore yah kita ketemu nanti di Prima Swalayan" kata mulyadi sambil duduk diatas meja.

Sore jam 5 aku sudah hadir bersama muladi duduk menunggu yossi dan vania, karena memang uang untuk belanja keperluan dipegang vania.

"Muladi...sudah lama nunggu?" tiba suara wanita memecahkan kesunyian.Kita berempat mulai mengumpulkan belanjaan seperti air mineral dan snack.

"Dio..sini..dorong dong ini belanjaannya kan berat:.masak cowok diem aja.."Vania meminta aku untuk membantunya.

"Eh ..iya iya.." kataku sambil mendekat dan mendorong belanjaan yang penuh satu kereta dorongan belanjaan. Aku memang kurang tanggap melihat vania membawa belanjaan yang banyak.

Suasana study tour dibogor agak berjalan kurang sempurna karena hujan mengguyuri kebun raya bogor saat itu. Sampai sampai baju yang aku pakai kering di badan.



Dari sudut kejauhan aku tanpa sadar memandangi vania dengan kaos warna ungunya..yang basah karena hujan dan rambutnya yang hitam panjang memberikan kesan kesempurnaan seorang wanita.

"ah..aku hanya bisa memandangi saja...terlalu jauh jika aku bermimpi bisa dengan vania" dalam hatiku berbicara.

Pukul 15:00 kita kembali ke jakarta. Di dalam bis semua tertidur pulas karena kelelehan kecuali aku yang duduk di barisan belakang, termenung memandang jendela, entah apa yang aku pikirkan.

Dalam benakku berfikir.."Ah masa masa SMA yang kata orang penuh dengan romantika nyatanya cuma begini gini aja.."

"Dio..mau ini nggak?" TIba tiba aku dikagetkan oleh suara vania yang memberikan aku selembar uang kertas Rp.1.000 yang sudah lusuh.

"Apa ini Nia?" tanyaku  kebingugan

"Buat kamu aja dio..." Vania sambil tersenyum kemudian kembali ke tempat duduknya didepan.

hmmm..apa maksudnya aku tidak tahu, tetapi yang jelas senyuman vania disaat dia tadi menegurkan merupakan senyuman yang termanis yang pernah aku lihat. Sebuah senyuman dari kesederhanaan yang bermakan berjuta juta tanda tanya.

Tiba tiba vania kembali lagi menghampiriku, membuat aku semakin bingung.

"Dio nomor telepon kamu berapa?" tanya vania kepadaku.

"4571976" spontan aku menjawab sambil terheran heran. Entah apa yang terjadi akupun tidak tahu maknanya, aku hanya otomatis menjawab pertanyaan vania yang langsung kembali ke tempat duduknya di barisan depan bus.

Sepanjang -perjalanan aku tidak tahu apa maksud vania. Apakah dia hanya membuat ku GR? Membuat ku menjadi gugup ? Senang dengan aku yang mudah gugup jika berhadapan dengan wanita sehingga aku salah tingkah? Entahlah namun kejadian itu terus aku pikirkan hingga larut malam.






Thursday, February 1, 2018

03-Telepon Pertama Dari Vania

Telepon Pertama Dari Vania

"Kriiiiing....krrriiing" suara telepon berdering, aku bergegas mengangkat telepon.

"Halo...bisa bicara dengan dio?" suara wanita lembut terdengar di sebrang.



"Iya..ini dio..ini siapa yah?" Tanyaku penuh pertanyaan,karena boleh dibilang belum pernah ada sejarahnya aku menerima telepon dari wanita.

"Dio ini...vania....ini dio yah?" Suara tersebut mengagetkan aku setengah mati.

Hah...vania? mana mungkin ? mau apa dia telepon aku..ah pastilah mau minta catatan dari hasil study tour di bogor kemarin, dalam hatiku mengambil kesimpulan sendiri.

"Iya vania..ini dio...Vania mau minta catatan hasil kemarin yah?" Hanya itu yang bisa aku jawab, jelas aku bingung mau ngomong apa..aku terlihat seperti laki laki yang sangat bodoh dan kuper sekali.

" Enggak dio..aku mau ngobrol ngobrol aja sama kamu...nggak apa apa kan" Vania menjawab dengan tenang membuat aku semakin seperti anak kecil.

"ii...iiya vania..gak apa apa" kembali hanya kata itu yang bisa terucap sambil mencubit tanganku sendiri untuk memastikan bahwa aku tidak bermimpi..

Dan entah bagaimana proses dan ceritanya, saat itu lah semua dimulai. Apa yang membuat vania menelponku aku juga tidak tahu, dan aku berharap apa yang dia lakukan adalah dalam keadaan sadar, karena tidak ada alasan satupun yang membuat vania menelpon aku.

Bukankah banyak laki laki yang lebih keren yang mendekati vania dengan segala kelebihannya, itulah alasan yang membuat hatiku menyangkal dan tidak bisa terjawab alasan vania menelpon aku..sebuah misteri ataukah ini perbuatan vania yang suka membuat laki laki salah tingkah.

Hari berjalan demi hari..bulan berjalan setiap pagi aku dan vania selalu mengobrol melalui telepon padahal siang nya pun kami bertemu di sekolah. Tapi yang membuat aku selalu pesimis adalah perlakuan vania sungguh berbeda saat di sekolah, dia tidak pernah mengobrol sedekat disaat seperti ditelpon dan vania cenderung bersikap biasa saja.

Vania..jangan kau beri harapan sesuatu yang tidak layak untuk aku peroleh...vania tidakkah kau lihat betapa aku dalam setiap tidurku aku selalu terjaga memikirkanmu..ya memikirkanmu vania..seseorang yang sudah membuka lembaran masa masa indah masa SMA. Sesorang yang mematahkan prinsipku bahwa masa masa SMA adalah biasa saja.

Vania kamu mungkin tidak akan pernah tahu..kamu telah melahirkan cinta pertama dalam kisah hidupku..cinta pertama masa masa indah SMA, cinta pertama yang tidak akan pernah musnah..cinta pertama yang tumbuh dalam kesepian dan dalam kegelapan sudut hatiku yang selalu memperhatikan kamu..yang selalu berkhayal tanpa ada rasa keberanian sedikitpun untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan.


 

Wednesday, January 31, 2018

04-Question

04-Question

...In a dream it would seem
I went to those who close the open door
Turning the key I sat and spoke to those
Inside of me...


Lagu Question dari Manfred Mann memecah kesunyian malam di jam 02:00 dini hari ini, aku terjaga di malam ini dan ingatanku secara langsung melayang ke vania. Bayangannya membangunkanku di tengah sunyi malam ini dan membuat aku duduk di tepi tempat tidur dengan tatapan kosong...Vania aku sangat merindukan kamu malam ini...kucoba untuk kembali memejamkan mata tetapi tidak bisa rupanya, akhirnya kubiarkan lagu question terdengar di walkmanku hingga melemahkan mataku untuk terpejam kembali berharap bertemu didalam mimpi dengan sesorang yang aku inginkan malam ini.

Tidak ada satu pagipun yang terlewatkan untuk aku dan vania saling bertelpon, perubahan sikapku seperti orang bodoh yang berdiam diri disamping pesawat telepon setiap pagi pukul 10:00 menunggu telepon dari vania.

Seakan akan tidak ada habisnya pembicaraan yang kita bahas, dan saat inipun aku bingung dan tidak tahu bagaimana kami berdua tidak bosan bosannya ngobrol di telepon hingga berjam jam lamanya dan aku yang selalu menjadi penjaga telepon dirumah setiap pagi, 25 tahun kemudian aku baru tahu bahwa vania melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan juga.

Vania adalah wanita cerdas dan pintar hal tersebut yang menjadi daya tarik lebih diantara wanita wanita cantik lainnya. Vania selalu mendapatkan nilai diatas 8 saat ulangan, terutama pelajaran pelajaran sulit seperti kimia dan fisika, dimana aku menjadi pecundang untuk pelajaran tersebut.

"dio..main catur jawa yuk..." vania mengajaku untuk melakukan permainan catur jawa, mungkin kalian yang lahir diatas tahun 1990 tidak pernah mengenal permainan ini.

Jam istirahat tersebut seluruh siswa keluar untuk istirahat sementara aku dan vania lebih suka menghabiskan di dalam kelas.

"kamu...kala lagi diooooo...ayo kita main sekali lagi nih..kamu harus bisa menang yahh" vania meledekku karena memang aku tidak pernah menang dalam permainan ini.

Tiba tiba satu hal yang membuat jantungku berdegup kencang dan aku menjadi sulit mengatur nafas, Vania meletakkan kepalanya di bahu kiriku. Aku kaget dan sekaligus senang..karena kalian perlu tahu seumur hidupku baru kali ini ada seorang wanita yang merebahkan kepalanya di bahuku dan wanita itu adalah vania, seorang wanita yang menjadikan aku pemuja rahasia sejatinya.

Dalam benaku terus berputar dan bertanya seperti lagu Question yang aku dengarkan tadi malam , apakah dia merasa nyaman bersama aku? Apakah dia menyukai aku?Apakah aku ada kesempatan untuk menjadi pilihan hatinya? Ah kutepis semua pertanyaan pertanyaan konyol itu...hati kecilku langsung membantah pertanyaan pertanyaan liar itu..

"Dioo..mana mungkin gadis secantuk vania mau sama kamu?" hati kecilku menyuarakan sekaligus menjatuhkan khayalan indah yang sedang aku nikmati saat ini.

"Vania..yuk ke kantin ikut kita..." tiba tiba yossi dan kawan kawannya membuyarkan lamunanku dan mengagetkan vania yang sedang bersandar di bahuku.

"Ayo...dio..aku ke kantin dulu yah...kamu belajar terus supaya bisa menang lawan aku hi hi..hi.." Vania tersenyum manis sambil meninggalkan aku.

Aku menarik nafas dan tidak percaya apa saja yang baru terjadi 5 menit yang lalu namun hati kecilku aku selalu menyanggah dan bayang bayang ketakutan bahwa perlakukan vania kepadaku adalah hanya sebatas teman, menjadikan aku seperti laki laki yang tidak memiliki keberanian.

"Dio..pulang sekolah ikut gue yahh..." Muladi dengan datang dengan raut muka yang serius.
"Ngapain?" Tanyaku malas malasan.
"Pokoknya ikut aja deh...ada cewek manis dio...gue tadi lihat di musholla,,nanti pulang ayo kita selidiki" Muladi dengan gayanya yang khas mencoba untuk membujukku.

Muladi memang sangat PD dalam hal perburuan wanita, kali ini ada sasaran baru yang akan dia buru entah siapa lagi. Satu hal yang aku salut dari muladi adalah dia tidak pantang mundur dalam melakukan pendekatan walaupun yang didekati dari mulai cara halus sampai cara kasar menolaknya.

Oh ya satu hal lagi yang perlu kalian tahu..muladi ini tergolong cowok yang sentimentil. Kalian perlu tahu bahwa muladi pernah menangis bercucuran air mata waktu nonton film Rhoma Irama. Muladi langsung terisak menangis ketika adegan rhoma irama yang memiliki pacar tiba tiba mengalami kebutaan dan pacarnya tersebut ternyata berselingkuh dengan temannya didepan Bang Rhoma yang buta..adegan ini yang membuat muladi menangis meraung raung dan aku tertawa terbahak bahak. Dua sisi yang berlawanan.

"Itu tuh anaknya dio..."Bisik muladi sambil mengintip dari tembok disamping pintu keluar sekolah.

"Yang mana??" Tanyaku agak keras.

"Ssstttt...Itu tuh...yang pake tas abu abu..yang pipinya kemerahan" Muladi menunjuk ke arah dua orang cewek yang sedang berjalan menuruni tangga.

"Oooooo....lo udah kenalan belon?" tanyaku ke muladi

"Yah belum lah ini juga kan baru penyelidikan" Ujarnya

"Jadi gimana nih sekarang..rencananya?" aku bertanya ke muladi yang sedang berfikir strategi apa untuk bisa berkenalan dengan gadis itu.

"Gini dio..nanti kan dia itu nunggu metromini didepan gereja..nah kita naik duluan dari pertigaan sebelum gereja..jadi kan kesannya kita ga ikutin.."Muladi berbisik penuh siasat.

"Ya udah ayo deh.." Kataku sambil berjalan duluan dengan rasa pesimis karena yang aku tahu strategi yang dilakukan muladi 90% gagal dan 10% sisanya tidak jadi dilakukan.

AKu dan muladi akhirnya naik metromini itu duluan, selang seratus meter kulihat dua cewek gebetan muladi itu juga menunggu metromini yang kami tumpangi dan berharap untuk naik. Metromini berjalan seakan akan dengan gerakan slow motion melewati 2 orang itu..pelan dan pelan sekali..tapiiiiiiii..ternyata.....2 cewek itu tetap berdiri di tempatnya dan tidak naik ke metromini kami.

"Mul..mul..gimana ini???" Bisikku ke muladi. Muladi tetap membisu menatap ke belakang dengan senyuman penuh arti dan tatapan mata yang tajam.

"Mul.." Sambil aku injak kakinya.

"Iya..apaan sihhh !" katanya rada kesal.

"Lha itu kenapa mereka tidak naik..lo cuma bengong aja "

"hahhh...iya yahhh.." Muladi tersentak sedikit kaget karena rencananya gagal.

"waduhh gimana ini...kita udah kejauhan...kiri kiri.."teriakku sambil mengetuk atap metromini

Akhirnya kita turun di jalan dan harus berjalan kaki kembali sekitar 1 Km. Sungguh strategi yang sangat brilian sekali dari muladi.Cukup sukses membuat kaki menjadi lecet

Esoknya aku baru dapat informasi dari Muladi bahwa gadis itu bernama Riska dia anak kelas I-7, pindahan dari bandung,oh pantas saja aku tidak familiar dengan nama dan wajahnya, padahal aku kan pengagum rahasia dan pasti aku tahu siapa siapa saja namanya.

Semenjak kejadian itu Muladi mendadak menjadi Puitis sekali..sering dia menuliskan kata kata yang mungkin saja kalo gadis yang membacanya akan jatuh hati dengan syarat tidak bertemu muladi terlebih dahulu kalau tidak pasti akan trauma.

Kalian harus tahu, dibalik sikapku yang pendiam dan tertutup aku adalah orang yang sangat piawai menulis kata kata cinta..kata kata puitis aku telah menulis banyak puisi untuk vania. Nanti akan aku tunjukan ke kalian. bagaimana dasyahtnya kata kata puitis yang aku tulis.

Malam ini begitu sepi..sudah 2 hari aku tidak telponan dengan vania. Sepi sunyi senyap..Vania kamu dimana? hatiku berkata lirih..lirih sekali..





Aku disini mencoba untuk sebentar saja memejamkan mata ini...
Berharap untuk dapat melihatmu..walau kamu yang disana tak akan dapat melihatku
Berharap untuk dapat bertemu kamu dalam mimpi..
Mimpi yang selalu aku tunggu disaat aku terjaga
Mimpi yang tidak ingin aku akhiri

Untuk kamu yang terlalu hebat menguasai hati ini
Untuk kamu yang membuat aku selalu bertahan diantara kesepian ini
Selamat Malam Vania..malam ini akan terasa panjang tanpa kamu

Jakarta,17 Desember 1991















 

Sunday, January 28, 2018

05-Ramadhan Romansa

Ramadhan Romansa

Mungkin kalian bertanya tanya, kenapa di chapter ini aku namakan Ramadhan Romansa, yah karena di Bulan Ramadhan 1993 ini semuanya penuh dengan romansa penuh dengan romantika antara aku dan vania,dari sinilah di tahun tahun berikutnya saat bulan ramadhan selalu aku terkenang saat saat masih ada vania..terus berulang dan berulang walapun saat itu aku tidak tahu lagi apa kabarmu vania..dan dimana kamu kini vania.

Sebelum imsak sudah menjadi langganan vania selalu menelepon aku untuk melepas kangen, apalagi pada saat hari minggu seperti ini kita tidak bisa bertemu. Banyak hal yang dibicarakan, dari pembicaran yang membuat kita berdua tertawa sampai dengan perbincangan yang membuat vania menangis tersedu sedu, seperti suatu ketika.

 "dio..hiiks...hiksss." suara vania terdengar terisak menangis disebrang telepon.

"vania kamu kenapa? kok nangis...kenapa vania?"

"dio..aku ga suka...aku ga suka" suara vania terdengar tidak jelas bergantian dengan isak tangisnya.

"ga suka apa sih?" tanya aku kebingungan sebenarnya apa sih yang ditangisi.

"Aku cuma rangking 2 dio...masa mey sih yang jadi rangking 1 ..mentang mentang dia anaknya guru" tangis vania agak mereda

"hahh..kok kamu bisa tahu kan belum dibagi raport vania?" tanyaku keheranan

"kan gini..kemarin itu aku kan disuruh bu lastri isi rapor..nah disitu aku kan lihat dio..kok aku jadinya cuma rangking 2, padahal kan nilai aku lebih bagus dari si mey..huuuu...hhhuuuuu" tangis vania makin menjadi jadi.

"Oh itu masalahnya aku kira kamu kenapa..." aku coba menangkan vania...

"Ya udah vania gak apa apa kamu rangkin 2 di kelas..tapi kamu kan tetap rangking 1 buat aku..pokoknya rangking 1 terus sampe lulus sampe kuliah juga kamu pokoknya rangking 1 terus deh..hi hi.hi" aku coba menghibur vania.

Vania ini memang agak sensitif masalah pelajaran dan prestasi, vania memiliki tingkat kompetisi yang sangat hebat terutama dengan pesaing berjenis kelamin wanita. Ini yang paling sering dia curahkan isi hatinya kepada aku.

"dio...kamu kemarin katanya kenalan sama anak 1-7 yang dari bandung itu yah?" tiba tiba vania bertanya diluar topik pembicaraan dan aku sempat terdiam.

"oo..itu riska vania..itu kan muladi yang mau kenalan" aku menjawab karena memang muladi lah pelaku utamanya.

"cantik yah dio?" vania bertanya dengan nada datar..sangat datar dan pelan sekali, aku bisa merasakan ini bukan pertanyaan biasa, tapi sebuah pertanyaan bernada sinis.

"hmmm ya gitu deh..." mulutku menjawab seperti itu namun dalam hati aku menjawab "kamu jauh lebih cantik dan kamu jauh lebih hebat dari dia vania"

"kok kamu nggak deketin dia dio? kok kamu ga ajak dia pulang bareng?" pertanyaan vania mulai akan menekan aku.
Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang seharusnya dilontarkan oleh seorang wanita kepada pacarnya...tapi...aku kan bukan pacarnya vania..atau bisa dibilang belum menjadi pacarnya. 

Tapi aku dalam hati juga protes dan tidak terima, vania juga sering bercerita bahwa ada banyak laki laki yang menyatakan cintanya kepada vania, tapi dia tolak, dan bahkan ada yang sampai menangis memohon mohon kepada vania untuk diterima cintanya.

Nah sekarang aku kan hanya ikut ikutan muladi bukan aku pelaku utama dan inisiatornya. 

Sebenarnya dengan cerita vania yang selalu menolak banyak pria, itulah yang membuat aku semakin takut..semakin takut vania juga akan menjawab hal yang sama apabila aku menyatakan cintaku kepada vania, dan pada akhirnya sampai detik ini aku hanya bisa menyimpan jauh di hati yang paling dalam agar semua orang tidak ada yang tahu, termasuk kamu vania.

Satu hal yang selalu aku ingat disaat bulan ramdhan adalah lagu yang diputar di radio adalah lagu "The Actor" Michael learns To Rock, lagu ini selalu aku dengar di radio pada saat aku berbicara di telepon dengan vania. 

Lagu "The Actor" tersebut sangat melekat di hati hingga ber puluh tahun kemudian jika aku mendengar lagu itu langsung aku terkenang akan bulan ramadhan dimana menjelang sahur vania selalu menelpon aku dan lagu dari michael learns to rock tersebut diperdengarkan.


I´m not an actor I´m not a star
And I don´t even have my own car
But I´m hoping so much you´ll stay
That you will love me anyway


Sebuah lagu yang cukup merepresentasikan keadaan aku sekarang dimana aku tidak memiliki apa apa untuk kamu vania, aku hanya memiliki rasa sayang, dan dengan cara itulah aku membahagiakan diriku.

"dio..nanti malem temenin gue yah ke rumah vania " Roy yang duduk di depan aku berbisik pelan kepadaku.

"mau ngapain lo?" tanyaku balik

"gue mau nembak vania ..." roy berbisik agak keras takut terdengar orang lain. Roy memang sudah lama suka dengan vania, walapun aku dan vania dekat tetapi tidak satu pun yang tahu kedekatan aku dan vania ini begitu juga dengan roy yang duduk persis didepan aku di kelas.

Dalam hati aku seketika itu juga berdegup kencang, dan banyak sekali bayang bayangan ketakutan dalam hati aku mencoba untuk menyuarakan. Bagaimana bila vania menerima roy? bagaimana kalau vania juga suka dengan roy? sudah pasti aku akan hancur berkeping keping.

"Gimana..lo mau kan nanti habis buka puasa kita kesana?" ajak roy

"ya udah deh.." aku menjawab dengan terpaksa dengan suara yang berat dan lemas. Tapi aku berfikir lebih baik aku ikut jadi aku bisa tahu langsung apa jawaban vania nanti dan bukannya menunggu dengan cemas yang membuat aku semakin kalut.

Jam 19:00 kami bertiga Roy, aku dan Sendy sudah duduk manis dan rapi dirumah vania, setelah dipersilakan masuk oleh adiknya vania.

Aku dan Roy terlihat tegang, sementara sendy terlihat santai, dan dia tidak tahu perasaan tegang aku dan roy sungguh berbeda dan berlawanan. 

 "udah cepetan ngomong aja sana roy, kelamaan nih" Sendy menyuruh roy cepat masuk kedalam karena vania katanya masih mandi.

"Iya iya..abis ini gue ngomong..tapi lo semua diluar yah" Roy dengan menarik napas dan mencoba mengatur napas persiapan untuk sebuah ritual yang sangat penting.

Roy masuk kedalam, sendy sibuk mendengarkan lagu di walkmannya, sementara aku..terdiam terpaku..jantung berdebar kaki terasa dingin dan lemas, harap harap cemas menunggu hasil dari dalam, ya tuhan semoga vania dalam keadaan sadar dan menolak mentah mentah roy.

Selang sekitar 15 menit, akhirnya roy keluar dengan langkah gontai dan lemas. Dalam hati ku "Yes....akhirnya gagal juga" seketika suasana menjadi lebih hangat dan bersemangat bagiku tapi tidak bagi roy.

"Gimana Roy?" Sendy melepas headphone nya berdiri menanyakan hasilnya kepada roy.

Roy memberikan simbol ibu jari mengarah kebawah, sebuah simbol kemenangan bagi aku dan simbol kiamat bagi roy.

"Dio...lho kok kamu ada disini, kenapa kamu ga kasih tahu aku kalo kamu disini" Vania terlihat sangat kaget melihat aku.

"Iya gak apa apa vania, aku nemenin roy aja kok..." aku menjawab dengan suara yang tenang dan terlihat seperti anak kecil yang berhasil memenangkan lomba balap karung.

Kami bertiga pamit pulang, roy sudah lebih dulu masuk ke mobil Toyota Hardtop nya memandang kedepan dengan tatapan kosong, aku berjalan paling belakang diiringi vania berjalan keluar pagar rumahnya.

"Dio..nanti telpon aku yah..aku mau cerita..awas kalo gak telepon" vania bersuara pelan dengan nada ancaman sekaligus manja atau bisa dikatakan manis dan manja.

Perjalanan pulang serasa sangat lama dan lama sekali, bukan karena perjalanan yang jauh tapi karena roy mengendarai dengan kecepatan mungkin hanya 5Km per jam, mungkin ini efek dari penolakan vania tadi, roy terlihat menatap kosong ke depan, untung saja jalanan saat itu sepi tidak ada mobil lain.

"hhhuaaaaa....hhhuaaaaaa..." tiba tiba aku dan sendy dikagetkan suara tangisan roy yang meledak memecahkan suasana keheningan malam itu dan mobil langsung berhenti.

"Roy..kenapa lo? hah?kesurupan?" tanyaku was was

"Hhhuaaaa....percuma gue bikin SIM...ga ada gunanya SIM kalo begini..biar gue buang aja SIM nya..huaaaaaa...gue kan bikin SIM supaya bisa ajak vania jalan jalan..kalo begini apa gunanya bikin SIM..hhhuaaaaa" Tangisan roy teredengar lebih kencang lagi, membuat 2 orang hansip disebrang mobil beranjak dari duduknya dan menghampiri kami.

"Ada apa ini de, kenapa temannya kok nangis kenceng banget?" tanya salah satu hansip kepadaku.

"Oh ini pak..temen saya tadi baru dapet musibah" aku coba menjelaskan

"Musibah apa kok kelihatannya sedih banget sih" hansip itu penasaran

"Ini pak, teman saya ini habis ditolak cintanya jadi mungkin dia sepertinya shock berat pak" kataku kepada dua orang bapak hansip itu.

"Ya udah yang tabah yah de..semua ini mungkin ujian dari yang maha kuasa, semoga adik bisa melewatinya dengan ketabahan,keikhlasan dan kebesaran " hansip itu coba menenangkan roy dengan metode zainudin mz, ustadz yang sangat kondang saat itu.
 
"Hhhuaaaaaaaa....hhhuaaaaaa" tangisan roy semakin menjadi jadi dan akhirnya kita duduk di trotoar itu sampai jam 1 malam.




Pagi pagi disekolah,setiba dikelas vania langsung menghampiriku disamping pintu kelas dengan posisi yang agak tersembunyi.

"Dio...tadi malem aku telp kamu...kamu kemana jam 10 belum dirumah?"Tanya vania

"Itu vania..semalem roy nangis hebat katanya gara gara ditolak kamu, jadinya kita sampe jam 1 malem di trotoar jalan deket rumah kamu itu" kataku.

"Hahh? kok sampe segitunya sih dio? semalem itu dia memang nembak aku dio..aku kan mau cerita ke kamu.tapi kami belum pulang" ujar vania.

Lalu vania bercerita bahwa selain roy itu ada 4 orang lagi yang dalam 1 bulan ini menyatakan cintanya tapi vania menolak mereka semua. Sebuah cerita yang semakin mengkerdilkan aku, semakin membuat aku menjadi sang pemuja rahasia abadi. Mereka saja semua ditolak, bagaimana aku? hati kecilku semakin menambah rasa pesimis.

Perbincangan beralih ke hal lain yang membuat kita berdua tertawa cekikikan diiringi tatapan tajam dan sinis dari roy dikejauhan.

Malamnya seperti biasa dengan bersepeda aku mengunjungi sebuah tempat yang mungkin kalian generasi saat ini tidak akan pernah menemukannya.Sebuah tempat yang sangat sakral dan menyimpan sejuta kenangan bagi kalian semua remaja generasi 90an, ya kalian pasti tahu, tempat itu adalah Telepon Umum Koin.

Aku menelpon vania bermodalkan 2 koin seratus rupiah.Di jaman ini uang koin merupakan sebuah benda yang sangat berharga sekali dan sanggup merubah suasana hati, pasti kalian tidak percaya, kami generasi 90 an mengalami masa masa indah tersebut.

Menjelang tidur seperti biasa sambil mendengarkan lagu di walkman, aku selalu menuliskan puisi untuk vania.

Bulan begitu indah hadir malam ini menemaniku..
menemani aku seperti malam malam kemarin
menemani aku yang tidak pernah bisa meruntuhkan perasaanku..

Perasaan tentang bagaimana aku terlalu menginginkan seseorang
yang mungkin saja dia tidak akan pernah tahu...
Tidak akan pernah tahu tentang apa yang tersirat jauh di lubuk hatiku

Malam ini telah kutunjukan pada ribuan bintang
Bahwa akulah sesorang yang akan tetap ada untuk kamu
Saat ini, esok dan selamanya...Selamat Malam Vania

Jakarta 7 Mei 1993

Lirik "In The Still Of The Night" Boyz II Men terdengar sangat sangat menusuk hati mengantar untuk memejamkan mata malam ini. 


In the still of the night
I held you, held you tight
Oh I love, love you so
Promise I'll never let you go
In the still of the nightI remember  that night in May
When the stars were bright up above
I hope  and I pray
To keep  your precious love
So before the light
Hold me again
With all of your might
 




 

Friday, January 26, 2018

06-Majelis Penolakan Kekasih

Majelis Penolakan Kekasih

Diluar sekolah aku memiiki 3 orang sahabat dekat,tapi mereka masih satu sekolah hanya saja mereka kakak kelas satu tingkat diatasku. Dengan merakapun aku memiliki kisah dan perjalanan yang tidak kalah seruny, aku perkenalkan kepada kalian satu persatu sahabat sahabatku ini.

Arian
Berwajah paling ganteng karena masih ada keturunan dari luar negeri entah luar negerinya apakah itu dari Belanda atau Brunei Darussalam aku juga kurang jelas. Arian cukup populer dikalangan cewek cewek disekolah namun satu hal yang paling janggal adalah arian sama sepertiku, arian belum pernah sekalipun punya pacar.Arian merupakan seseorang yang paling aku tunggu pada saat berangkat sekolah karena dengan setianya dia selalu menjemputku pagi pagi. 

Dika
Sosok yang taat akan beribadah rajin mengaji dan sederhana sekali dan tingkat kecerdasannya melebihi kedua temannya. Rumah dika selalu menjadi persinggahan kami ketika pulang sekolah hanya sekedar untuk minum segelas air putih sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Aku dan Dika adalah penumpang setia arian dengan vespa tahun 60 annya ketika berangkat sekolah.

Hotma
Keturunan batak dan merupakan anak laki laki satu satunya kadang dipanggil "anak mami" memiliki tingkat kepercayaan diri yang super sekali terutama dalam hal perburuan wanita, memegang rekor paling banyak ditolak oleh wanita namun tak pernah putus asa, agak sulit nyambung pada pembicaraan serius dan sering salah tangkap mungkin penyebab utama hotma memegang rekor paling banyak ditolak cintanya.

Kami berempat memiliki kisah yang serupa tapi tak sama, yaitu belum pernah berpengalaman berpacaran sama sekali namun kami masing masing memiliki impian masing masing tentang sosok seorang wanita dambaan.

Dika membuat peraturan resmi tentang perjalanan kami mencari cinta bagaikan sebuah game yang memiliki 3 nyawa, apabila sesorang di tolak satu kali oleh wanita maka dia hanya memiliki sisa 2 nyawa lagi, maka kami sangat berhati hati sekali semenjak dika menerbitkan peraturan tersebut. 

Kami saling bercerita satu sama lain tentang siapa yang menjadi incaran masing masing, dan kepada mereka bertigalah aku bisa terbuka bagaimana aku sangat menginginkan seorang vania untuk dapat ada disampingku.

Dari urutan terendah ditempati oleh Hotma yang saat itu sudah 2 kali ditolak wanita sehingga dia hanya memiliki sisa 1 nyawa dan harus sangat berhati hati, ditempat kedua ditempati oleh Dika dan Arian, yang masing masing sudah ditolak oleh 1 wanita. Hotma dan Dika ditolak oleh satu wanita yang sama, dan ternyata wanita itu diam diam menyukai Arian, kejadian ini cukup membuat saat itu menjadi heboh.

Aku ditempat paling teratas bukan karena aku belum pernah ditolak, tetapi karena aku belum pernah sekalipun menyatakan cinta kepada sesorang, kalian pasti sudah tahu bagaimana aku adalah seseorang yang tidak memiliki keberanian untuk berhadapan dengan wanita kecuali dengan vania dan itupun aku selalu menyembunyikan semua perasaanku terhadap vania.

Kami sepakat membentuk sebuah majelis yang kami sebut MPK atau Majelis Penolakan Kekasih, fungsi dari MPK adalah sebagai tempat curhat apabila ada seseorang anggota nya yang baru saja ditolak. Tugas MPK ini adalah sebagai wadah curhat dan sekaligus penyejuk kegalauan.Posisi ketua MPK selalu berganti ganti tergantung tingkat kemapanan dan kegalauannya.

Konon ada peraturan MPK yang sangat kami takuti yaitu, apabila seseorang anggota sudah 3 kali ditolak wanita berturut turut maka dia harus istirahat tidak boleh melakukan pendekatan selama 5 tahun...ihhhh serem banget. Konon menurut dika hal ini untuk menjaga jangan sampai anggota tersebut mengalami putus asa stress sehingga jadinya menyukai sesama jenis..nah lo.

Peranan MPK sangat sangat membantu, sebagai contoh kasus Arian yang sudah sangat yakin akan diterima cintanya oleh seorang wanita karena dari sinyal sinyal dan dari pantauan MPK wanita tersebut sudah mau dengan Arian.

Tapi kenyataan berbicara lain, pada saat Arian menyatakan cintanya melalui sebuah telepon umum koin dibelakang Rumah Sakit secara tragis wanita itu menolak Arian dengan alasan bahwa sahabat wanita tersebut menyukai arian , jadi dia tidak bisa menerima arian.

Kejadian tersebut membuat Arian shock berat, untunglah ada MPK yang mendampingi Arian pada saat itu, dengan sigap Dika sebagai ketua MPK langsung menggotong sepeda arian, dan aku memapah Arian yang sepertinya sudah sesak nafas dan tidak mampu lagi berjalan. Coba kalian bayangkan apa jadinya jika Arian tidak didampingi, bisa jadi Arian akan pingsan didepan telepon umum dan baru ditemukan masyarakat besok paginya, mengerikan bukan?

Memang seorang wanita adalah makhluk yang sulit untuk ditebak isi hatinya dan sangat lihai dalam menyimpan perasaan. Tidak jarang kami dibuat kehilangan kendali oleh kelakuan para wanita tersebut dimana salah satunya adalah menyebabkan kami susah tidur alias insomnia namun disisi lain seorang wanita juga dapat membuat kami tidur nyenyak terlelap dengan mimpi mimpi indah dan khayalan tingkat tinggi.

Tidak berbeda dengan vania sosok wanita yang anggun,manis dan menyenangkan sekaligus sosok yang penuh tanda tanya, yang selalu membuat aku timbul dan tenggelam dalam 2 tahun terakhir tanpa aku dapat membaca apa isi hati vania namun aku sudah terbiasa dengan keadaan ini biarlah aku hanya dapat mengagumi vania dari sudut gelapku.

Aku dan mereka memiliki banyak kenangan, bagaimana kami menuliskan lagu untuk para wanita dan bagaimana kami menuliskan semua peristiwa apakah itu senang atau sedih di tembok depan rumah dika,namun suatu pagi semua tulisan itu hilang dalam sekejap, ternyata tembok tersebut sudah dicat oleh sang pemilik dan hilang semua catatan catatan penting tentang perjalanan cinta kami.

Mereka adalah saksi hidup bagaimana indahnya semua kenangan  kenangan yang pernah terlewati di masa masa SMA, yang pada awalnya aku anggap sebuah masa yang sangat biasa saja dan dengan mereka semua dapat menjadi lebih berwarna. Kalianpun pasti pernah mengalami hal ini sama seperti aku, memiliki sahabat tempat bercerita dan tempat untuk mengungkapkan semuanya.

Di tahun 20010 kami berduka karena Hotma telah dipanggil yang maha kuasa, Hotma meninggalkan kami di usia 28 tahun. Selamat jalan sahabat terbaik, sahabat masa masa indah semoga engkau bahagia di sisinya.

Sudah lebih dari 3 hari ini aku melihat vania murung, tidak banyak bicara dan cenderung agak bersifat tertutup kepadaku tidak seperti biasanya.

"Halo..bisa bicara dengan vania?" 

"Iya..ini vania..ini dio yah?" suara vania agak terdengar serak dan berat.

"Iya..kamu lagi apa ?" pertanyaan standar diawal pembicaraan telepon

"Vania...kamu sakit yah?" aku bertanya dengan nada khawatir

Vania terdiam beberapa saat tidak menjawab suasana menjadi hening.

"Nggak kok dio, aku nggak sakit, udah dulu yah dio nanti telepon lagi" Vania rupanya ingin mengakhiri pembicaraan dengan ku.

Kututup gagang telepon umum dengan pelan sekali, ada hal yang tak biasa kurasakan terhadap vania saat ini, namun aku tidak tahu apa yang terjadi.







Semua tiba tiba terasa sangat datar, sekelilingku berubah seakan akan hanya ada warna hitam dan putih, tidak ada lagi warna warna cerah yang selama ini mengelilingiku. Aku duduk di trotoar tepi jalan sambil mencoba berfikir apa yang terjadi dengan vania.

Sampai dirumahpun saat aku merebahkan di tempat tidur masih saja terbayang suara vania yang bukan seperti vania yang aku kenal selama ini. Mungkin inilah yang dinamakan Rahasia Wanita, perasaan yang timbul dan tengggelam, menggoyahkan,meruntuhkan aku yang memang sudah rapuh dan sudah terlalu menginginkan kamu vania. Dan 25 Tahun kemudian aku baru menemukan jawaban atas semua ini.

Aku matikan lampu kamar dan aku mencoba memejamkan mata ini di pukul 1 malam ditemani dengan headphone ditelingaku yang mengalunkan lagu sendu "Knife" dari Rockwell.


You touched my life
With a softness in the night
My wish was your command
Until you ran
Out of love
I tell my self I'm free
Got the change of living just for me
No need to carry on
Now that you're gone

Knife
Cuts like a knife
How will I ever heal
I'm so deeply wounded
Knife
Cuts like a knife
You cut away the heart of my life











 

Thursday, January 25, 2018

07-Seorang Dhea,Persahabatan Yang Indah

Seorang Dhea & Persahabatan Sejati


Siang ini matahari begitu terik tepat diatas kepala, mengiringi langkah kami berjalan kaki bersama Hotma dan Arian pulang dari sekolah, ditengah perjalanan aku mendengarkan pembicaraan mereka tentang sosok wanita bernama Dhea, yang selalu mendominasi perbicangan Arian, Hotma dan Dika.

Aku pernah dikenalkan sosok Dhea ini, gadis hitam manis yang menurut aku tidak terlalu cantik tetapi memiliki daya magis yang mampu membuat nyaman lawan bicaranya dan selalu paham akan mau lawan bicaranya, ini lah yang membuat Hotma dan Dika jatuh cinta kepada Dhea.

Walapun Hotma dan Dika menyukai gadis yang sama namun mereka bersaing secara fair, bahkan kadang kadang mereka membicarakan strategi untuk mendapatkan dhea secara bersama sama tanpa ada rasa persaingan.

Dhea mneciptakan suatu misteri dan tanda tanya diantara mereka. Dhea sebenarnya tahu bahwa hotma dan dika menyukai dirinya namun dhea bersikap tarik ulur dan selalu memberikan kegelisahan, dan sempat ada pernyataan dari Dhea yang membuat Hotma dan Dika salah tingkah, pernyataan itu seperti ini.



"Kalian tahu nggak, aku sebenernya menyukai salah satu dari kalian, tapi aku belum yakin biarlah nanti waktu yang akan membuktikan"
 Dhea pernah berucap seperti itu dihadapan mereka bertiga pada saat mereka berkunjung ke rumah dhea.

Pernyataan itu semakin membuat Hotma dan Dika saling menatap dan tentu saja masing masing merasa paling percaya diri dan semakin meningkatkan intensitas pendekatan mereka ke dhea.

Disini Dhea mampu mengendalikan situasi, dhea nampak tenang menghadapi Hotma dan Dika, dan terkesan memberikan perlakukan dan perhatian yang sama kepada mereka.

"Arian, lo tahu nggak Dhea itu kan susah ditebak hatinya tapi gue yakin bisa dapetin dia " Hotma berbicara dengan nada optimis.

"Oh ya memangnya apa tandanya?" Tanya Arian

" Ya sudah jelas lah dia mau sama gue, banyak tanda tandanya " Kata Hotma

"Contohnya nih dia mau lho gue ajak jalan ke gramedia, dia udah bilang iya" Hotma berbicara sambil menatap aku dan Arian seakan akan mempertegas cerita tadi untuk meyakinkan aku dan arian bahwa dhea suka kepadanya.

"Terus, udah jalannya?" Tanyaku 

"Yah belum  lah soalnya minggu kemarin harusnya tapi katanya dia ada pamannya yang di operasi jadi diundur" Tegas Hotma.

"Ah..kalo gitu mah sama juga bohong belum terbukti itu " Aku meledek hotma

"Terus,kapan lagi lo mau ajak dia? Suara arian bertanya dengan mata yang agak mengecil seakan akan bertanya sinis.

"Nanti nunggu dia ada waktu katanya,kayaknya sih besok " 

"Pokoknya udah pasti deh dia bakal mau jadi pacar gue, lihat aja nanti" Hotma berkata  sambil memandang kedepan dengan kepercayaan tingkat tinggi.

"Ya sudah jangan sampe gagal lagi yah hahahah" Ledek Arian.

Kami memutuskan untuk singgah sebentar di rumah dika yang hari itu tidak masuk sekolah, untuk sekedar meminta segelas air minum melepas dahaga perjalanan kami yang panjang dibawah terik sinar matahari.

Sesampai di depan pintu rumah dika, Hotma langsung memanggil manggil dika.

"Dik..Dika..Dik" Teriak hotma memanggil

Dika membuka pintu dari dalam sambil memegang kain pel, rupanya dia sedang mengepel lantai, dika memang rajin mengurus rumah dan dia hanya tinggal bersama neneknya.

"Dik..ternyata bener yang disuka dhea itu gue..." Hotma berbicara dengan nada keras

"Hah??? Yang Bener ????" Dika nampang kaget setengah mati dan langsung membanting kain pel yang dipegangnya ke lantai.

"Iya nih udah positif, dia udah mau diajak jalan ke gramedia" Hotma mencoba memberikan informasi yang tujuannya mematahkan semangat dika.

"Ya sudah, ayo kita tulis di tembok dulu" Kata Dika

Tembok yang dimaksud adalah tembok didepan rumah dika yang sudah aku ceritakan sebelumnya dimana, semua kisah dan perjalanan kami tulis disitu, semua kisah suka dan duka semua nama nama tertulis disitu menjadi saksi indahnya perjalanan masa muda.

"Ini gue tulis yahh..." Kata Hotma

Hotma menuliskan di nomor 4 karena nomor 1 dan 3 sudah ditulis sebelumnya, dan seperti ini kira kira tulisannya

"Tanda Tanda Dhe Sudah Mau Jadi Pacar Hotma"
1.Mau diajak pulang bareng pada tanggal 4 April 1992 (padahal waktu itu dhea takut pulang sendirian karena ada tawuran)

2.Tiba tiba nelpon ke rumah, pada tanggal 11 Mei 1992 (padahal waktu itu dhea telp hotma,karena Majalah Gadisnya Dhea dibawa si Hotma)

3.Bilang Kangen,pada tanggal 08 Januari 1993(padahal yang dimaksud dhea minta lirik lagu kangen Dewa 19).

4.Mau diajak jalan ke Gramedia, 1 Maret 1993 (yang ini belum ketahuan motifnya..hi hi hi)

"Baik, teman teman mohon perhatiannya " Suara dika berwibawa mencoba mengalihkan perhatian aku dan arian yang sedang membaca Majalah HAI.

"Pada hari ini tanggal 08 Januari 1993 mari bersama sama kita mendoakan Hotma agar kiranya Tuhan YME memberikan kemudahan dan kelancaran agar Hotma diterima di SisiNya.. ehh.salah..salah maksudnya Diterima Cintanya Oleh Dhea"

"Berdoa menurut kepercayaan masing masing dimulai "

Aku menunduk dengan menahan tawa sambil melirik ke arian yang juga menahan tawa melihat situasu ini, sementara Dika dan Hotma tampak serius berdoa, sepertinya doanya panjangan sekali.

"Berdoa selesai" Suara dika memecahkan keheningan.

Lalu Dika bersalaman dengan  Hotma dengan jantan seakan akan mengakui keunggulan dan kemenangan Hotma atas persaingan selama ini dalam berjuang memperebutkan Dhea.

"Selamat sobat, aku titip dhea, buatlah Dhea bahagia, sebagaimana rasa bahagia ketika ada guru yang tidak datang sehingga kita pulang cepat" Dika memberikan wejangan kepada Hotma

"Terima kasih sobat atas kerelaanmu dan ke Ikhlasan mu demi kebahagiaan Dhea bersama pria impiannya ini" Suara Hotma membuat suasana menjadi sakral.

Itulah sekelumit cerita tentang seorang laki laki dengan tingkat kepercayaan diri yang melebihi batas normal.  Sebuah perasaaan berlebihan dalam menanggapi perlakukan seorang wanita,yang kadang sulit untuk ditebak.

Aku jadi teringat Vania, tidak jauh berbeda dengan Hotma, akupun kadang merasa berlebihan dalam menangkap perlakuan Vania kepadaku, hanya saja aku lebih memilih menyimpannya rapat rapat daripada mengungkapkannya seperti hotma.

Aku juga selalu bertanya tanya, dimana sebenarnya kau tempatkan aku vania? Apakah hanya sekedar sebagai Sahabat? ataukah seseorang spesial yang hadir dalam hidup kamu? 

Selang 3 hari kemudian aku lihat Hotma, Arian dan Dika sedang duduk duduk di depan rumah dika, langsung aku menghampiri mereka.

"Gimana? Udah jadian belum si hotma sama Dhea?" Tanyaku penasaran

Hotma tampak bersandar didinding memejamkan matanya, aku tahu dia tidak tidur hanya saja seperti orang yang tidak ingin melihat dunia, pastilah terjadi sesuatu kepadanya.

"Hari ini kita turut berduka..." Dika mengucap pelan sekali

"Kenapa emangnya ?" Tanyaku

"Semalam telah terjadi musibah terhadap hotma.."kata dika.

"Kenapa?" tanyaku penasaran dan penuh khawatir 

"Hotma mendapat musibah karena dia telah ditolak Dhea" Suara dika sambil menunduk.

"Dan dengan sangat menyesal hotma telah 3 kali berturut turut ditolak, dan sesuai dengan peraturan MPK Majelis Penolakan Kekasih, berarti hotma tidak diperbolehkan mendekati cewek selama 5 tahun" Dika menjelaskan kepadaku.

Sementara aku lihat raut wajah Arian nampak seperti kebingungan dan serba salah, pasti ada yang tidak beres dengan arian, aku jadi penasaran dan curiga.

"Memang gimana ceritanya sampe ditolak?" Aku bertanya kepada arian 

"Jadi gini, semalam itu Dhea dan Hotma akhirnya jadi pergi ke Gramedia, nah diperjalanan pulang Hotma menyatakan kepada Dhea bahwa dia suka dan meminta Dhe jadi pacarnya " Arian menjelaskan dengan agak terbata bata.

Mengapa arian jadi terbata bata seperti itu? aku semakin penasaran dibuatnya.

"Terus..Dhea tadi siang memberikan Surat ke Hotma.." Arian menghela nafas panjang.

"Coba aku lihat isinya, mana suratnya?" kataku

Hotma mengambil sesuatu dari kantong celananya sambil matanya tetap dipejamkan dan mengulurkan tangannya kepada ku dengan mata yang masih terpejam.

Aku membaca surat dari dhea dengan kertas surat Fido Dido warna pink, seperti ini isi suratnya.



Untuk Sahabatku Hotma 
Terima kasih sudah ajak dhea jalan jalan ke gramedia, terima kasih kamu sudah baik sama dhe selama ini.

Kamu tahu nggak? tidak ada cowok yang sebaik kamu sama dhea, rata rata semua bersikap genit sama dhea, cuma kamu saja yang sopan sama Dhea.

Dhea tidak kaget sedikitpun waktu kamu kemarin menyatakan bahwa kamu sayang dengan Dhea, karena Dhea sudah bisa membaca dari perlakukan kamu ke Dhea.

Tapi Dhea harus memohon maaf sebesar besarnya tanpa ada rasa ingin menyakiti kamu hotma. Dhea sekarang ini tidak bisa menerima kamu, Dhea sudah anggap kamu sebagai sahabat, sahabat terbaik yang pernah Dhea miliki.

Dhea melalui surat ini harus menjelaskan ke kamu sekaligus juga agar dhea menjadi lega bagaimana perasaan dhea selama ini terombang ambing diantara kalian bertiga.

Berat rasanya Dhea menyampaikan ini, tapi tetap harus disampaikan dan dijelaskan kenapa Dhea tidak bisa menerima kamu Hotma.

Dhea mau jujur kalo Dhea itu sayang banget dengan Arian, Dhea harus ungkapkan jujur sama kamu supaya tidak ada salah paham diantara kalian, Dhea sangat sayang dengan Arian.

Tapi Dhea mohon jangan salahkan arian, bukan salah Arian,Dhea yang lebih dulu suka ke Arian dan Arian itu sangat setia kepada kalian,Arian sangat menjunjung tinggi persahabatan kalian.Kamu tidak pernah tahu kan? 

Arian tidak akan melukai persahabatan kalian. Dhea sudah mengutarakan ke Arian minggu lalu kalau Dhea sayang dia dan Dhea mau dengan Arian, tapi arian menolaknya, arian sangat sayang dengan persahabatan kalian.

Hotma, jangan pernah berubah untuk baik ke dhea yah, semoga hotma tetap menjadi seperti Dhea yang kenal selama ini dan menjadi sahabat terbaik Dhea, salam untuk semua Dika dan Arian.

Salam Manis
Dhea
Jakarta, 11 Januari 1993

Saat itu aku bisa tahu apa yang hotma rasakan, aku bisa merasakan apa yang arian rasakan,isi surat yang akan membuat rapuh siapa saja yang membacanya. 

Aku melipat surat tersebut,hotma kemudian berdiri mendekati aku, arian dan dika yang berdiri didepanku ketika aku sedang membaca surat tersebut. Tangan hotma merangkul kami bertiga, tertunduk lesu, aku lihat tangan arian merangkul hotma seakan akan mencoba menyalurkan energi besar kepada hotma.

"Terima Kasih Arian, kamu adalah sahabat terbaik" Suara hotma terdengar pelan dan lirih membuat aku ingin meneteskan air mata.

Aku ingin memberitahukan kepada kalian bahwa 4 tahun setelah kejadian itu aku mendapat kabar buruk bahwa Dhea telah berpulang ke yang maha kuasa karena Kanker otak yang dideritanya. 

"Dhea kami mendoakanmu agar kamu tenang di sisNYA dan tuhan membalas semua kebaikan kamu."

Aku banyak belajar dari kisah mereka bahwasanya pesahabatan sejati, pertemanan yang tulus apa adanya adalah diatas segalanya.